Tips Menjaga Organ Kewanitaan agar Tetap Bersih dan Sehat

Seperti halnya bagian tubuh yang lain, organ kewanitaan juga perlu dijaga kebersihan dan kesehatannya.

 

Meskipun area ini selalu tertutupi sepanjang hari, namun, justru area tersebut bisa menjadi sarang bakteri dan jamur jika diabaikan kebersihannya.

Area sensitif wanita memang membutuhkan perhatian dan perawatan khusus, terutama untuk menjaga kebersihannya, sebab jika tidak, bukan tidak mungkin akan menyebabkan gangguan kesehatan pada organ kewanitaan Anda.

Berikut beberapa tips menjaga organ kewanitaan agar tetap bersih dan sehat:

1. Jaga pola makan sehat dan seimbang

Salah satu cara merawat organ kewanitaan adalah dengan menjaga pola makan. Perbanyak konsumsi buah-buahan, sayuran hijau, dan produk probiotik seperti yogurt, baik untuk kesehatan organ kewanitaan. Makanan tersebut dipercaya mampu mencegah pertumbuhan bakteri jahat serta bisa membuat area kewanitaan wangi dan segar alami. Buah yang memiliki kandungan air tinggi juga dapat membantu membersihkan tubuh dari racun. 

2. Kenakan celana dalam berbahan katun

Hindari penggunaan celana berbahan sutra, renda, kain sintetis, dan kain lainnya yang tak dapat menyerap keringat. Kenakan celana dalam yang terbuat dari bahan yang mampu menyerap keringat seperti bahan katun. Kain berbahan katun memungkinkan sirkulasi udara pada daerah kewanitaan, sehingga kelembaban terjaga dan menghambat pertumbuhan jamur serta bakteri di area tersebut.

Selain itu, hindari penggunaan celana yang terlalu ketat yang dapat menyebabkan area kewanitaan mudah berkeringat sehingga dapat memicu timbulnya jamur ataupun bakteri yang dapat menyebabkan iritasi, gatal-gatal atau bau kurang sedap.  

3. Jaga organ kewanitaan tetap kering

Area yang terlalu lembab akan menjadi sarang bagi berbagai jenis bakteri dan jamur penyebab penyakit. Segera ganti pakaian dalam yang basah, terutama setelah berolahraga atau berenang, karena membiarkan pakaian dalam yang basah tetap digunakan selama beberapa waktu dapat menyebabkan infeksi jamur/ bakteri pada area kewanitaan.  

4. Jaga kebersihan saat menstruasi

Saat menstruasi, bakteri dan jamur akan lebih mudah tumbuh dan berkembang, karena saat menstrusi kondisi organ kewanitaan akan lebih lembab dari biasanya. Oleh karena itu, rajinlah mengganti pembalut 3-5 jam sekali agar kebersihan organ kewanitaan tetap terjaga dan menghindari bersarangnya jamur dan bakteri di area tersebut. 

5. Bersihkan organ kewanitaan dengan benar

Selesai buang air kecil maupun besar, dianjurkan untuk selalu membersihkan organ kewanitaan, dengan cara membasuhnya dengan air dari arah depan ke belakang. Cara ini dapat mencegah berpindahnya bakteri dari anus ke vagina. Sebaliknya, pembasuhan dengan air dari arah belakang ke depan berpotensi membawa kotoran atau virus dari anus ke daerah organ kewanitaan. Pastikan juga senantiasa menjaga organ kewanitaan tetap kering setelah dibasuh.

Jika memungkinkan, membersihkan organ kewanitaan dengan air hangat sangat dianjurkan. Air hangat tidak hanya membersihkan, tapi juga memberikan efek relaksasi dan membantu meredakan nyeri ketika haid.  

6. Hindari penggunaan sabun 

Hindari penggunaan sabun yang sarat bahan kimia yang dapat mengganggu menggangu keseimbang pH di area kewanitaan, yang dapat menyebabkan iritasi, bau tak sedap, dan infeksi.

Jika keadaan mengharuskan Anda menggunakan sabun, pilihlah sabun khusus kewanitaan yang memiliki kadar pH sesuai yakni sekitar 3,5 – 4,5 dan tidak mengandung banyak unsur kimia.

Jangan menggosok labia vagina terlalu kencang dan berulang-ulang untuk menghindari iritasi karena lapisan labia sangat tipis. Segera bilas dengan air saat membersihkannya agar tak ada sabun yang tertinggal. Gunakan pembersih secukupnya, karena jika berlebihan justru tidak hanya akan membunuh bakteri yang jahat, tapi juga justru akan mematikan bakteri-bakteri yang bersifat baik. 

 

Produk yang direkomendasikan: