Cara mencegah stunting harus diketahui sejak dini karena kondisi ini tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak. Apabila tidak segera ditangani, stunting berisiko memengaruhi perkembangan fisik, kemampuan belajar, hingga kesehatan anak di kemudian hari.
Sayangnya, tanda-tanda stunting sering kali tidak disadari sejak awal dan baru terlihat saat pertumbuhan anak mulai tertinggal dari teman sebayanya. Karena itu, penting untuk orang tua mengenali ciri, penyebab, dampak, serta cara mencegah stunting yang tepat.
Apa Itu Stunting dan Dampaknya pada Anak?
World Health Organization mendefinisikan stunting sebagai gangguan pertumbuhan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, biasa ditandai dengan tinggi badan di bawah standar usianya.
Kondisi ini perlu diwaspadai terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari kehamilan hingga anak menginjak usia 2 tahun.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting pada balita di Indonesia mencapai 19,8%, turun dari 21,5% pada tahun 2023. Angka ini menunjukkan perbaikan, tetapi masih lebih tinggi dari target nasional 14% pada tahun 2024.
Dampak stunting tidak sekadar membuat tubuh anak lebih pendek, tetapi juga berpotensi menghambat perkembangan otak, kemampuan belajar, dan daya tahan tubuh. Karena itu, cara mencegah stunting perlu diketahui dan dilakukan sedini mungkin untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Baca Juga: 7 Dampak Stunting pada Anak yang Harus Orang Tua Waspadai
Ciri-Ciri Anak Stunting yang Perlu Diwaspadai
Selain memiliki tubuh yang lebih pendek dari anak seusianya, ada beberapa tanda lain yang dapat Anda perhatikan. Berdasarkan penjelasan Kementerian Kesehatan RI, ciri-ciri anak stunting yang harus orang tua waspadai sebagai berikut ini.
- Pertumbuhan melambat, meski tinggi badan masih dalam kisaran normal.
- Wajah tampak lebih muda dari usianya.
- Pertumbuhan gigi terlambat.
- Kemampuan fokus dan memori belajar kurang optimal.
- Cenderung lebih pendiam ketika usia 8–10 tahun.
- Berat badan tidak naik atau cenderung menurun.
- Perkembangan tubuh anak terhambat, misalnya telat menstruasi pada anak perempuan.
- Anak lebih mudah mengalami penyakit infeksi.
Penyebab Stunting pada Anak
Stunting bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang dimulai sejak masa kehamilan. Adapun, beberapa penyebab stunting yang perlu Anda perhatikan seperti berikut ini.
- Kekurangan gizi pada ibu hamil, termasuk anemia dan kurang energi kronis (KEK), yang dapat menghambat pertumbuhan janin.
- Riwayat berat badan lahir rendah (BBLR), yang dapat membuat anak lebih berisiko mengalami gangguan pertumbuhan.
- Asupan gizi anak tidak mencukupi, khususnya kurangnya asupan protein hewani.
- Pemberian ASI dan MPASI kurang tepat, baik dari segi waktu, kualitas, serta jumlah sesuai kebutuhan anak.
- Infeksi yang berulang, misalnya diare atau infeksi saluran pernapasan, yang berisiko mengganggu penyerapan dan pemanfaatan nutrisi.
- Sanitasi dan akses air bersih yang kurang baik, sehingga meningkatkan risiko infeksi pada anak.
- Pola asuh serta akses layanan kesehatan kurang optimal, sehingga kebutuhan untuk tumbuh kembang anak tidak terpenuhi atau terlambat terdeteksi.
Berbagai faktor tersebut dapat saling berkaitan dan memengaruhi pertumbuhan anak sejak dalam kandungan. Memahami cara mencegah stunting sejak dini dapat membantu Anda memastikan kebutuhan gizi, kesehatan, dan lingkungan anak terpenuhi secara optimal.
Cara Mencegah Stunting pada Anak Sejak Dini

Pencegahan stunting bisa Anda lakukan melalui kebiasaan sederhana yang konsisten sejak masa kehamilan hingga anak tumbuh besar.
Upaya pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada makanan, tetapi juga kesehatan ibu, pemberian ASI dan MPASI, kebersihan lingkungan, serta pemantauan tumbuh kembang.
Berikut ini adalah beberapa cara mencegah stunting yang dapat dilakukan secara konsisten.
1. Penuhi kebutuhan gizi selama kehamilan
Salah satu cara mencegah stunting sejak dini adalah memastikan pola makan beragam dan seimbang, dengan mencukupi protein, vitamin, mineral, dan cairan sesuai kebutuhan.
Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kemenkes RI, kebutuhan nutrisi ibu hamil mengalami penambahan yang berbeda di tiap trimester. Berikut adalah gambaran tambahan kebutuhan harian yang bisa dijadikan acuan dalam merencanakan pola makan saat hamil.
|
Nutrisi |
Kebutuhan Wanita (19–29 tahun) |
Kebutuhan Wanita (30–49 tahun) |
Tambahan Saat Hamil |
|
Energi |
2.250 kkal |
2.150 kkal |
+180 kkal (Trimester 1) +300 kkal (Trimester 2 & 3) |
|
Protein |
60 g |
60 g |
+1 g (Trimester 1) +10 g (Trimester 2) +30 g (Trimester 3) |
|
Folat |
400 mcg |
400 mcg |
+200 mcg |
|
Zat Besi |
18 mg |
18 mg |
+0 mg (Trimester 1) +9 mg (Trimester 2 & 3) |
|
Kalsium |
1.000 mg |
1.000 mg |
+200 mg |
|
Iodium |
150 mcg |
150 mcg |
+70 mcg |
|
Zinc |
8 mg |
8 mg |
+2 mg (Trimester 1) +4 mg (Trimester 2 & 3) |
*) Sumber: Permenkes No. 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia.
2. Cegah dan tangani anemia pada ibu hamil
Anemia perlu dicegah karena kekurangan zat besi saat hamil dapat mengganggu kesehatan ibu dan janin. Lengkapi pola makan dengan daging, ikan, unggas, hati, kacang-kacangan, dan sayuran hijau sebagai sumber zat besi.
Agar zat besi dari makanan lebih mudah diserap sertakan sumber vitamin C, misalnya jeruk, jambu biji, atau pepaya. Selain dari makanan, Anda mungkin perlu konsumsi suplemen zat besi untuk ibu hamil sesuai saran dari tenaga kesehatan.
3. Berikan ASI eksklusif selama 6 bulan
Setelah si Kecil lahir, ASI menjadi sumber nutrisi utama yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. WHO merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama yang dilanjutkan hingga usia 2 tahun bersama makanan pendamping ASI (MPASI).
Jika Anda mengalami kendala, seperti ASI terasa tidak cukup atau bayi sulit menyusu, lebih baik konsultasikan dengan konselor laktasi atau tenaga kesehatan.
4. Berikan MPASI tepat waktu dan bergizi
Memasuki usia sekitar 6 bulan, kebutuhan energi dan zat gizi bayi mulai melebihi yang bisa dipenuhi ASI saja. Oleh sebab itu, MPASI perlu diberikan bertahap dengan memperhatikan kecukupan energi, protein, mikronutrien, tekstur, jumlah, dan keamanan makanan.
Utamakan makanan padat gizi, terutama sumber protein misalnya telur, ikan, ayam, daging, dan produk olahan kedelai. Pada usia 6–8 bulan, MPASI biasanya diberikan 2–3 kali sehari, kemudian meningkat menjadi 3–4 kali sehari pada usia 9–23 bulan, dengan camilan yang sehat dan bergizi sesuai kebutuhan.
5. Pastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi
Setelah anak mulai mengonsumsi makanan sendiri, pastikan setiap kali makan ada sumber karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Kemenkes RI melalui Isi Piringku merekomendasikan ½ piring berisi sayur dan buah, serta ½ lainnya berisi makanan pokok dan lauk pauk.
Bagi anak yang sedang pada masa emas pertumbuhan di 1.000 hari pertama, jangan hanya berfokus pada nasi atau makanan pokok. Lengkapi dengan lauk berprotein, terutama protein hewani, serta variasikan sayur dan buah agar kebutuhan vitamin, mineral, serat, dan zat gizi lainnya lebih mudah terpenuhi.
6. Pantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala
Pemantauan berkala bisa membantu Anda mengetahui apakah berat dan tinggi badan serta perkembangan si Kecil sesuai dengan usianya. Kemenkes RI menganjurkan balita datang ke posyandu tiap bulan untuk penimbangan dan pengukuran, sehingga perubahan pada pertumbuhan dapat diketahui lebih awal.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan skrining setiap bulan untuk bayi, setiap 3 bulan untuk anak usia 12–24 bulan, dan setiap 6 bulan untuk anak usia 24–72 bulan. Selain melihat berat dan tinggi badan, perhatikan perkembangan kemampuan anak dan konsultasi ke dokter jika terdapat keterlambatan atau pola pertumbuhan yang tidak sesuai.
7. Cegah infeksi dan jaga kebersihan
Infeksi berulang mengganggu asupan dan pemanfaatan nutrisi, sehingga bisa memengaruhi tumbuh kembang anak. Pastikan imunisasi anak sesuai jadwal dan segera periksakan ketika mengalami sakit yang berulang atau berkepanjangan.
Biasakan mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi air yang aman, menjaga kebersihan peralatan makan, serta mengolah dan menyimpan makanan dengan benar. Praktik tersebut penting untuk mencegah diare dan penyakit infeksi yang mengganggu status gizi anak.
8. Terapkan pola asuh dan pemberian makan yang responsif
Waktu makan ialah kesempatan bagi Anda untuk mengenali tanda lapar dan kenyang anak, bukan sekadar memastikan makanan habis. Berikan makanan dengan sabar dan dorong anak untuk mencoba, tetapi hindari memaksa ketika anak menolak.
Selain makanan, berikan stimulasi melalui bermain, berbicara, membaca, serta berinteraksi sesuai usia. Cara pencegahan stunting ini bisa membantu mendukung perkembangan anak secara menyeluruh, karena stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan dan kemampuan anak.
Baca Juga: Kesehatan Anak: Pastikan Si Kecil Tumbuh Sehat & Optimal
Cukupi Kebutuhan Nutrisi Ibu dan Anak Sejak Dini
Pemenuhan nutrisi yang cukup perlu diperhatikan sejak kehamilan hingga anak tumbuh dan berkembang karena merupakan faktor penting dalam cara mencegah stunting.
Untuk membantu melengkapi asupan harian, pertimbangkan beberapa pilihan suplemen dari Natural Farm sesuai kebutuhan ibu dan anak.
1. Nutriwell Folic Acid

Beli Nutriwell Folic Acid 60 Tablets di Natural Farm
Nutrisi ibu selama kehamilan menjadi salah satu fondasi penting untuk mendukung tumbuh kembang janin. Nutriwell Folic Acid mengandung 800 mcg asam folat per tabletnya untuk membantu memenuhi kebutuhan asam folat selama kehamilan.
Asam folat dibutuhkan dalam berbagai proses penting dalam tubuh, termasuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Karena itu, mencukupi kebutuhan folat dapat menjadi bagian dari upaya mendukung kesehatan ibu serta janin.
Lengkapi penggunaannya dengan pola makan bergizi dan beragam agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi secara menyeluruh. Suplemen ini bukan pengganti makanan, obat, maupun penanganan medis selama kehamilan.
|
Nama Produk |
Nutriwell Folic Acid 60 Tablets |
|
Kandungan Utama |
800 mcg Folic Acid |
|
Manfaat |
Membantu memenuhi kebutuhan asam folat ibu hamil. |
|
Aturan Konsumsi |
1 kali sehari 1 tablet |
|
No. Registrasi BPOM |
SI204586391 |
2. Nutriwell Breastfeeding Formula

Beli Nutriwell Breastfeeding Formula 30 Capsules di Natural Farm
Setelah bayi lahir, perhatian pada nutrisi ibu tetap penting, terutama selama masa menyusui. Nutriwell Breastfeeding Formula mengandung fenugreek, milk thistle, fennel, asparagus, dan marshmallow yang diformulasikan untuk ibu menyusui.
Kombinasi bahan herbal tersebut diformulasikan untuk mendukung laktasi dan produksi ASI yang optimal. Dengan begitu, Anda dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil melalui pola menyusui dan makan yang baik.
Suplemen ini bisa melengkapi pola makan sehat selama masa menyusui, tetapi tetap bukan pengganti makanan utama. Pastikan kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan selama menyusui tetap diperhatikan di bawah pengawasan dokter.
|
Nama Produk |
Nutriwell Breastfeeding ASI Booster Formula 30 Capsules |
|
Kandungan Utama |
|
|
Manfaat |
Membantu melancarkan air susu ibu (ASI). |
|
Aturan Konsumsi |
1 kali sehari 1 kapsul |
|
No. Registrasi BPOM |
TI233001821 |
3. ChildLife Multivitamin & Mineral

Beli ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml di Natural Farm
Jika pola makan si Kecil belum beragam, kebutuhan vitamin dan mineralnya mungkin harus mendapatkan perhatian lebih. ChildLife Multivitamin & Mineral memiliki lebih dari 16 vitamin dan mineral untuk membantu melengkapi asupan hariannya.
Vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh untuk mendukung fungsi penting selama fase tumbuh kembang. Kandungan yang beragam membuatnya jadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan mikronutrien anak ketika asupan dari makanan belum optimal.
Tetap utamakan makanan bergizi sebagai sumber nutrisi utama anak setiap hari. Suplemen ini hanya digunakan sebagai pelengkap dan bukan pengganti makanan atau penanganan medis untuk permasalahan kesehatan si Kecil.
|
Nama Produk |
ChildLife Multivitamin & Mineral 237 ml |
|
Kandungan Utama |
16 vitamin dan mineral esensial |
|
Manfaat |
Suplementasi multivitamin dan mineral untuk anak. |
|
Aturan Konsumsi |
|
|
No. Registrasi BPOM |
SI154606061 |
4. ChildLife Essentials DHA

Beli ChildLife Essentials DHA 90 Softgels di Natural Farm
Tumbuh kembang anak bukan hanya terkait dengan tinggi dan berat badan, melainkan juga perkembangan otak. ChildLife Essentials DHA mengandung DHA dan EPA dari Purified Arctic Cod Liver Oil untuk membantu melengkapi asupan omega-3 anak.
DHA adalah jenis asam lemak omega-3 yang penting untuk mendukung perkembangan otak dan fungsi penglihatan. Suplemen DHA untuk anak dapat menjadi bagian dari asupan nutrisi yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.
Berikan bersama pola makan yang beragam supaya kebutuhan nutrisi si Kecil bukan hanya mengandalkan suplemen. ChildLife Essentials DHA berfungsi sebagai pelengkap asupan nutrisi dan bukan pengganti makanan bergizi utama bagi si Kecil.
|
Nama Produk |
ChildLife Essentials DHA 90 Softgels |
|
Kandungan Utama |
DHA dan EPA |
|
Manfaat |
Membantu memelihara kesehatan anak. |
|
Aturan Konsumsi |
|
|
No. Registrasi BPOM |
SI184308621 |
5. Wellness Gummy Kids

Beli Wellness Gummy Kids 70 Gummy di Natural Farm
Anak yang sedang belajar menyukai berbagai makanan kadang belum mendapatkan semua vitamin dan mineral secara konsisten. Wellness Gummy Kids mengandung vitamin A, C, D, zinc, folic acid, iodine, dan choline untuk membantu melengkapi kebutuhan hariannya.
Kombinasi vitamin dan mineral mendukung pemenuhan mikronutrien yang dibutuhkan anak selama masa pertumbuhan. Bentuk gummy dengan rasa buah juga membuat suplemen ini lebih disukai dan praktis sebagai pelengkap rutinitas nutrisi si Kecil.
Tetap penuhi pola makanan bergizi dan beragam sesuai pedoman Isi Piringku. Suplemen ini hanya membantu melengkapi nutrisi dari makanan bergizi dan bukan pengganti makanan, obat, ataupun konsultasi dengan dokter anak.
|
Nama Produk |
Wellness Gummy Kids 70 Gummy |
|
Kandungan Utama |
Kombinasi multivitamin dan mineral, seperti vitamin A, C, D, zinc, folic acid, iodine, choline, dan lain-lain. |
|
Manfaat |
Membantu memelihara kesehatan anak. |
|
Aturan Konsumsi |
Anak di atas 4 tahun, 1 gummy per hari (dikunyah). |
|
No. Registrasi BPOM |
SI084527231 |



